Paradoxial Dunia Kerja dan Cuhatan Kawan, Pagi Ini.

Susahnya mencari kerja di akhir Jaman

Jadi hari ini gw gak masuk kerja, banyak alasan memang, namun yang pasti gw kesiangan, jam 08.30 WIB masih di KRL,  jadi masuk pun terasa gak enak sama karyawan lain, sehingga memilih ambil cuti dan putar balik. 
perlu di ketahui saya ini kerja shift, kadang dines pagi, siang ataupun malam, nah hari ini saya dapat jadwal dines pagi, yang mana jam kerja saya untuk shift pagi ini antara jam 7.00 pagi sampai pkl. 14.00 WiB. 
Rumah tinggal berada di bogor yang tiap harinya berangkat menggunakan KRL Comuterline, dan tentu saja di selingi kendaraan roda dua (Sepeda Motor). sementara tempat saya bekerja terpaut dua jam perjalanan menggunakan KRL, ditambah satu jam perjalanan dengan sepeda motor, sebenernya sih 45 menit, tapi biar keren korupsi waktu 15 menit saya rasa tidak masalah, selain itu biar gampang penyebutan nya jadi saya sebutkan "ditambah satu jam perjalanan dengan sepeda motor".
itu baru satu balik perjalanan, sebut saja waktu berangkat kerja. jadi bila dihitung per satu kali berangkat kerja saya menghabiskan waktu tiga jam perjalanan, soo untuk berangkat dinas pagi saya harus spend waktu 3 jam, alias jalan jam 4 pagi jalan dari rumah. 
beda lagi dengan pulang kerja nya, namun untuk memudahkan hitung saya sebut saja waktu pulang kerja tiga jam juga. dengan kata lain saya menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam diperjalanan setiap harinya, Sementara untuk shift pagi, kerja sendiri dari jam 7 pagi sampai pkl. 14.00 WIB itu hanya 7 jam. 
jadi kurang lebih seperti ini. 
6 jam perjalanan + 7 jam waktu kerja = 13 jam. tiga belas jam saya habiskan untuk mencari nafkah, namun hasil yang saya nikmati hanya 7 jam. lain hal bila dinas malam yang jam kerjanya sedikit lebih panjang, dari jam 20.00 malam sampai 07.00 WIB besok paginya, ya kira-kira 11 jam, ditambah 6 jam waktu perjalanan itu sama dengan 17 jam waktu ku mencari nafkah, jangan ditanya prihal kelebihan 4 jam dines malam itu. Maksudnya begini, dinas shift di tempat saya mencari nafkah ini rata-rata tujuh jam, bila dilihat dari shift pagi 7 jam ( 07.00 -14.00 ) dan Shift siang 7 jam (13.00-20.00) namun shift malam nya itu sampai 11 jam (20.00-07.00), sehingga pada dinas malam ada kelebihan jam kerja sekitar  4 jam  (11 jam dikurangi 7 jam).
Apakah 4 jam ini dihitung lembur..?
Jawaban nya TIDAK, untuk dinas malam ini, di pukul rata menerima uang malam sekitar Rp. 17.500,-/malam ( kurang lebih segitu bila belum berubah).
Akan tetapi bila bicara kebutuhan dan tanggung jawab memberi nafkah untuk keluarga, itu semua termaafkan.

Namun akhir-akhir ini saya merasa berat saja untuk menjalaninya, hingga terbersit keinginan untuk Resign, ya resign. Terbersit setelah kini saya tidak bisa membagi waktu antara me time, keluarga, serta sekedar istirahat, yups istirahat. jadi begini, bila saya melakukan hal lain selain pekerjaan saya, misal mengasah pengetahuan, dan keterampilan yang sempat saya dapatkan di akhir perkuliahan saya, makan akan mengorbankan setidaknya waktu istirahat atau waktu bersama keluarga. dan bila saya melakukan sebalik nya, yang ada kemampuan saya di bidang lain pun akan tumpul. 
Karena nya, mungkin lebih baik resign mencari kerja dekat tempat tinggal, selain bisa memangkas pengeluaran di ongkos juga memangkas waktu diperjalanan. 

Jujur, bila di pikir lagi ini bukan soal waktu kerja, ataupun mengasah keterampilan, atau waktu untuk keluarga, semuanya akan termaafkan bila pemasukan alias gaji yang didapat lebih dari seimbang,.. hah,.. ujung" nya duit,.. wkwkwkwk. 

Bagaimana tidak, Istri bisa resign, tidak usah ikut mencari nafkah, dan kembali pada fitrahnya mendidik anak-anak dirumah. Waktu kerja 11 jam (senin-sabtu) akan terampuni bila gaji besar, setidaknya ada harapan besar di akhir bulan. Tidak bisa mengasah keterampilan pun tak apa, toh keterampilan atau pengetahuan tidak perlu di asah bila jumlah pendapatan yang di terima mumpuni, apa lagi soal keluarga, mereka akan mengerti walau hanya bisa bersama di hari libur. akan selalu ada yang dinanti yaitu keluarga dirumah menunggu tuk pulang. 
dimana libur ialah saat dinanti semua anggota keluarga, karena disana tempat kita kan benar-benar berkeluarga, bersama.

...UUD...

Gambar : Pencarian google